BAYANGAN

Ketika kita bercermin, entah pada kaca cermin atau air bening, kita melihat bayangan kita disana. Jika kita menggerakkan anggota badan kita maka bayangan itupun ikut bergerak. Jika kita diam maka bayangan itupun ikut diam. Bayangan kita ternyata tidak bisa bergerak sendiri, hanya mampu bergerak jika si empunya bayangan bergerak.

Ketika kita melihat bayangan diri, spontan dalam hati mengatakan “Itu adalah saya”. Padahal bayangan kita bukanlah kita. Bayangan saya bukan saya. Bayangan Anda bukan Anda. Bayangan si Fulan bukan si Fulan. Bayangan tetap bayangan. Dan ‘ada’-nya bayangan itu adalah nisbi dan tergantung pada ’sesuatu’ yang menimbulkan bayangan tersebut.

Dalam Sirul Asrar diterangkan bahwa manusia adalah cermin (bayangan)-Nya, al mukmin miratul Mukmin. Manusia tidak mampu ber-’ada’ jika tidak diadakan oleh-Nya. Manusia tidak mampu ‘bergerak’ jika tidak digerakkan-Nya (diberi kemampuan untuk hidup dan bergerak). Ya, manusia adalah ‘bayangan’-Nya.

Sebagai bayangan, tentu manusia bukan DIA. Sebagai ‘bayangan’ tentu tidak sama dengan DIA. Sebagai bayangan tentu tidak ‘menjadi’ satu dengan-Nya. Namun sebagai ‘bayangan’ manusia bisa ‘manunggal’ (menyatu kesaksian) kepada-Nya. Sebagai ‘bayangan’ manusia diberi potensi menyetujui, mematuhi, dan menudukkan diri kepada-Nya. Itu semua semata-mata karena belas kasihan-Nya.

Artikel Terkait

Last Updated 2018-04-14T05:10:41Z

KOMEN DENGAN FACEBOOK :
KOMEN DENGAN FORMAT BLOGGER :

Ada : 2 comments

avatar

kula sampun saged mudheng bab ayang2 punika mtr nuwun

avatar

semoga bermanfaat, trims sama-sama

About me (Autor Profile / Redaktur)


Tiknan Tasmaun
Praktisi Herbal / Alternatif  (A Traditional Herbalist ) sekaligus seorang Citizen Journalist. Tinggal di RT 13/ RW o7, Sawo, Dukun, Gresik - 61155, Jawa Timur - Indonesia.  Data Diri Penulis secara lengkap bisa dilihat di Tentang Kami. Kontak penulis di no.hp: +6285850960090 atau via email ke: powerman.tiknan@gmail.com

Postingan Populer