Website-ku Yang lain : www.sekarhusada.com

Kamis, Januari 31, 2013

Berkat Mbah Waliyullah, Ban Bocor Bisa Kenceng

Mungkin jaman sekarang orang sudah tidak percaya dengan apa yang namanya keajaiban. Namun penulis sering mengalaminya sendiri. Keajaiban yang penulis maksud adalah pertolongan Allah secara 'aneh tapi nyata' alias ajaib. atau dengan bahasa lain disebut pertolongan Allah melalui suatu peristiwa yang menyalahi adat kebiasaan hukum alam. Salah satunya adalah peristiwa ban depan motor penulis yang bocor bisa dipompa lagi dan mampu berjalan dari Tuban hingga rumah. Perjalanan tersebut kurang lebih satu setengah jam lamnya.


Peristiwa ini sudah lama berlalu, namun tiada salahnya penulis paparkan kali ini dengan harapan bisa menjadi perenungan.Suatu malam sekitar jam tiga dini hari penulis pulang dari Pesarean Mbah Ibrohim Asmoroqondi. Waktu itu penulis bersama istri dan anak yang masih balita. Ndilalahnya, motor penulis ban depannya kempes mungkin terjadi kebocoran. Clingak-clinguk, penulis berusaha mencari tukang tambal ban. Namanya juga masih dini hari, mana ada tukang tambal ban. Mana tempat kampung lagi, sepi. Seremnya lagi dari lokasi tersebut menuju ke tempat tinggal penulis melewati beberapa hutan dan tuangan.

Akhirnya penulis mengetuk pintu rumah penduduk. Pinjam pompa angin. Alhamdulillah, si empunya rumah yang saya ketuk punya pompa tersebut. Saya pompa ban motor saya. Yang namanya ban bocor, tentu kempes lagi.

Saya ulang pompa lagi. Tapi kali ini penulis berdoa, “Ya Allah, dengan barokahnya Mbah Wali Ibrohim Asmoroqondi, hamba mohon kiranya ban ini tidak kempes -kempes sebelum sampai desaku, amiin.”

Setelah mengucapkan terimakasih kepada si pemilik pompa saya langsung starter motor dengan memboncengkan anak istri melaju pulang. Perjalanan kurang lebih satu setengah jam. Alhamdulillah, ban motor kenceng terus, tidak ada masalah apapun diperjalanan. Nah, pas sampai batas desa kampungku, mendadak, ….wek….wek….wek…., ban depan nyledat -nyledot, meliuk-liuk. Saya berhenti, saya lihat, ban kempes lagi. Anginnya kosong song, benar-benar habis. Tapi tidak masalah. Alhamdulillah, sudah sampai batas desa penulis. Akhirnya kami jalan kaki sambil menuntun motor.

0 comments: