Manusia : Asal, Karya Dan Kembalinya


PENCIPTAAN (TUBUH) MANUSIA

Dari Alquran Surah ke-3 yaitu Ali Imron ayat 51 didapat keterangan sbb :

 إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ ٱللَّهِ كَمَثَلِ ءَادَمَ ۖ خَلَقَهُۥ مِن تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

Satuhune umpamane 'Isa iku mungguhe Allah koyo dene Adam, anggawe ing hu (Adam) soko lebune lemah, banjur dawuh marang hu (tanah mau), dadiyo mongko banjur dadi.

Artinya : Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan)  'Isa disisi Allah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan (tubuh) -nya dari debu tanah, kemudian Allah berfirman : jadilah maka jadi.

Sedangkan dari keterangan di Serat Wirid Hidayat Jati karya Kiai Ageng Burhan alias R.Ng. Ronggo Warsito demikian penulis nukilkan :

꧋ ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦥ꦳ꦠ꧀ꦏꦁ ꦩꦲ ꦯꦸꦕꦶ ꦲꦤꦶꦠꦲꦏꦺ ꦄꦢꦩ꧀ꦱꦏꦶꦁ ꦲꦤꦱꦶꦂ ꦥꦠꦁ ꦥꦼꦂꦏꦫ꧈
ꦪꦲꦶꦏꦸ  ꧇ ꦧꦸꦩꦶ꧈ ꦒꦼꦤꦶ꧈ ꦲꦔꦶꦤ꧀꧈ ꦭꦤ꧀ꦧꦚꦸ꧉
ꦧꦤ꧀ꦗꦸꦂ ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦥꦗꦁ ꦔꦺꦭ꧀ꦩꦸ ꦭꦶꦩꦁ ꦥꦼꦂꦏꦫ꧈
ꦪꦲꦶꦏꦸ ꧇ ꦕꦃꦪ꧈ ꦫꦱ꧈ ꦱꦸꦏ꧀ꦩ꧈ ꦄꦏꦭ꧀ꦧꦸꦢꦶ꧈ ꦭꦤ꧀ꦤꦥ꦳ꦱꦸ꧉ ꧋


"Ingsun Dzat Kang Moho Suci anitahake Adam saking anasir patang perkoro, yoiku : bumi, geni, angin lan banyu. Banjur ingsun pajang ngelmu limang perkoro, yoiku : Cahyo, Roso, Sukmo, Akal budi lan nafsu."

Artinya : Aku (Allah) Dzat Yang Maha Suci, menciptakan Adam dari anasir empat macam, yaitu tanah, api, angin dan air. Kemudian Aku isi dengan "ilmu" lima hal, yaitu : Cahaya, Rasa, Sukma, Akal budi dan Nafsu".

Nah, mulai dari perangkat tubuh jasmani, nafsu yang empat, akal fikiran, rasa yang sejati hingga nur cahaya (petunjuk) ilahi itu semua adalah anugerah Allah kepada manusia untuk dua kepentingan, yaitu supaya bisa menjalankan tugas sebagai 'wakil'-Nya dan sekaligus berfungsi untuk menuntun manusia supaya ketemu 'jalan pulang' , yaitu sangkan paraning dumadi. Hingga bisa kembali ke asal yang  hakiki, رجيع الى الوطن الاصلى

SANGKAN PARAN

Hidup di dunia tak selamanya, suatu saat pasti akan kembali ke asal kita, (bakal bali marang sangkaniro).

كما قل الشيخ عبد القادر الجيلانى فى الكتاب سر الاسرار :(والعالم اللهوت) وهوالوطن الاصلى

Koyo dene sampun ngendiko Syekh Abdul Qodir Al Jailani (r.a) ing dalem Kitab Sirul Asror : Utawi alam Lahut iku negoro asal (sangkan paraning dumadi).

Artinya : Seperti  sudah dikatakan oleh Syeh Abdul Qodir Jailani (r.a) dalam Kitab Sirrul Asror : Dan alam Lahut (alam ilahiyah) itu adalah negara asal ( tempat asal usul dan tempat kembali )

DUA HAL ISI HIDUP DI DUNIA

Susah dan senang adalah dua sisi mata uang kehidupan di dunia.

Namun apapun yang terjadi, mari tetap bersandar terhadap welas-asih-Nya dan tetap berikhtiar selaku makhluk yang dianugerahi akal.

Bersangka baiklah kepada Allah.
كما قل الله تعالى فى الحديث القدسي :  أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي
(koyo dene sampun dawuh sopo iku Allah Kang Moho Luhur ing dalem hadis qudsi : Ingsun ing dalem ( = nuruti ) penyanane kawuloningsun)

Artinya, seperti Firman Allah dalam hadis qudsi : Aku dalam (=menuruti) prasangka hambaKu.

Maka berprasangka baik kepada-Nya itu penting.

Artikel Terkait

Last Updated 2020-03-14T05:58:54Z

KOMEN DENGAN FORMAT BLOGGER :

Postingan Populer